Loading

Jumlah Kunjungan

Artikel Terbaru MMT

Facebook Arda Chandra

Powered by Blogger.

Ustadz Abdul Somad adalah fenomena baru dalam dakwah Islam di negeri ini. Beliau mampu memanfaatkan dengan optimal dunia medsos. Sanad ilmunya sangat dipengaruhi ulama-ulama panutan NU sehingga diidentifikasikan bagian dari ormas ini. Namun UAS mengidolakan buya Hamka yang Muhammadiyah, banyak mengambil pikiran-pikiran ulama ini. Gaya ceramahnya banyak mengutip dalil-dalil yang bersambung sampai ke ulama salaf, maka dia juga terkesan 'berbau' salafi.

Ustadz Abdul Somad juga mengapresiasi gerakan khilafah HTI tanpa harus jadi bagian dari HTI. Disaat lain Jamaah Tabligh dipujinya pula dan tetap bukan bagian kelompok dakwah ini. Diwaktu lain berbicara positif tentang gaya ustadz Arifin Ilham dengan majelis az-Zikranya, lalu Aa Gym yang asyik memanage qalbu, atau juga memuji ustadz Yusuf Mansur dengan gerakan ekonomi umatnya.

Beliau merupakan bagian dari semua karena yang ingin diangkatnya adalah tentang persaudaraan kaum Muslim - ikhwanul muslimin, melihat titik temu dan aspek positif dari banyak gerakan Islam yang berbeda.

Berdasarkan rangkaian ceramah beliau yang gampang diakses di medsos ada benang merah tujuan yang ingin dicapai, bahwa dengan persaudaraan Islam ini mereka harus merebut dunia pendidikan, berjuang di segala bidang ilmu dan menjadi ahli. Berikutnya kaum Muslim harus merebut kekuasaan secara konstitusional, bersatu memilih partai dan tokoh politik yang mau berjuang demi ajaran Islam. Terakhir, persaudaraan kaum Muslim harus bisa merebut dunia ekonomi yang saat ini banyak dikuasai orang kafir.

Makanya, pihak yang anti dengan UAS bisa dikembalikan kepada 3 kelompok : kafir, munafik/liberal/sesat, atau kaum takfiri. Karena persatuan umat Islam memang akan mengancam kiprah kelompok-kelompok ini, yang selama ini mengambil banyak keuntungan dari pertikaian yang terjadi di kalangan umat Islam.


Wawancara imajiner dengan para ustadz :

Tanya : dimana Allah..?
Ustadz 1 : Allah bersemayam diatas 'arsy.
Tanya : bersemayam diatas itu menunjukkan tempat, apakah Allah terikat dengan tempat.?
Ustadz 1 : Bukan, memang itulah kosakata yang diberikan Allah sendiri untuk menjawab pertanyaan tersebut, itu juga yang harus disampaikan dan jangan ditafsirkan. Yang jelas 'laisa kamitsluhi syaiun'.
Tanya : apakah jawaban ustadz ini sudah mewakili 100% kebenaran hakekat keberadaan Allah..?
Ustadz 1 : mana saya tahu..? Wallahu'alam, saya cuma bisa jawab seperti itu.

Tanya : dimana Allah..?
Ustadz 2 : Allah bersemayam diatas 'arsy, menunjukkan Dia berkuasa dan kekuasaannya melingkupi segalanya. Ibarat kita bilang pak bupati menduduki kursinya selama 5 tahun, maksudnya bukan dia terus-menerus duduk sampai ambeien tapi diartikan berkuasa selama 5 tahun.
Tanya : apakah artinya pak ustadz mensejajarkan Allah dengan makhluk sehingga berani membuat analogi..?
Ustadz 2 : bukan, justru karena tidak mau terjebak untuk mensejajarkan itu makanya saya tafsirkan. Yang jelas 'laisa kamitslihi syaiun'.
Tanya : apakah jawaban ustadz ini sudah mewakili 100% kebenaran hakekat keberadaan Allah..?
Ustadz 2 : mana saya tahu..? Wallahu'alam, saya cuma bisa jawab seperti itu.

Kesimpulan : dua-duanya 'laisa kamitslihi syaiun' dan dua-duanya wallahu'alam. Lalu mengapa bisa berantem sampai ratusan tahun..?

Aneh...


Salah satu film favorite saya berjudul August Rush, bercerita tentang seorang anak ajaib yang punya kepekaan luar biasa terhadap bunyi. Bagi telinganya, desiran angin, ketukan, benturan benda, suara orang di keramaian, terdengar sebagai irama yang indah. Berdasarkan kepekaan tersebut si anak mampu memainkan alat musik menirukan bunyi-bunyi secara naluriah.

Pada posisi yang berseberangan, saya banyak menemukan orang-orang di sekeliling yang buta nada, tidak bisa membedakan nada do dan sol. Buat telinganya tidak ada bedanya lagu Ayu Tingting 'Alamat Palsu' dengan Beethoven Symphony ke-7, sama saja terdengar dikupingnya.

Anda mungkin sering bertemu anak-anak yang sensitif terhadap angka-angka, sangat cepat mengurai perhitungan matematis diluar kepala. Mungkin dalam pikirannya tersebut susunan angka dan bilangan bergerak aktif, membentuk harmoni yang indah, menarik untuk diolah dan dicari hubungan-hubungan logisnya. Pada sisi lain kira menemukan hal yang sebaliknya, orang-orang yang buta angka, mendadak bolot ketika berhadapan dengan rumus dan hitungan.

Ibu saya pernah bercerita ketika dia sekolah dulu, waktu pelajaran menggambar. Pak guru menyuruh murid-murid keluar kelas melihat kearah bukit, lalu memerintahkan mereka untuk menggambarkannya. Ibu berkisah setelah setengah jam tidak satupun goresan pinsil dan warna tertoreh diatas kertas gambar. Baginya sulit untuk menangkap dan mengimajinasikan lingkungan yang terpampang didepan mata untuk dipindahkan diatas selembar kertas.

Saya punya anak autis, sangat peka dengan warna. Pernah beberapa tahun lalu dia saya bawa belajar kepada salah seorang pelukis ternama yang tinggal di Warung Buncit Jakarta, alhasil si pelukis malah kebingungan sendiri mau mengajarkan apa, karena komposisi warna yang ditempatkan secara naluriah sudah sangat tepat, tidak ada lagi celah untuk dikoreksi.

Setiap manusia dianugerahi Allah keajaiban ditengah kekurangannya. Maka tugas kita adalah menemukan kemampuan istimewa tersebut lalu dikembangkan secara optimal. Jangan pernah punya ambisi harus bisa sama seperti yang lain, memaksa diri atau anak-anak kita tenggelam dalam dunia yang bukan menjadi tempatnya.


Perlu diulang, status menjelang natal tahun lalu. Saya pikir isinya cukup netral, tidak memprovokasi, mengajak semua pihak untuk berpikir, tidak menghakimi..

" Fatwa MUI soal atribut Natal dan perayaan natal tidak ada hubungannya dengan pemeluk Kristen, tapi merupakan fatwa ulama Islam ditujukan kepada umat Islam. Memangnya kemeriahan dan nilai spiritual natal akan berkurang kalau tidak melibatkan kaum Muslim..? Ini sama saja meremehkan acara natal  tersebut.

Lagipula sekalipun ada dari kalangan Muslim yang tetap ikut merayakan natal, tidak ada juga aparat atau petugas yang akan menangkap dan menghukum, karena resikonya akan langsung dari Allah sendiri, tergantung kondisi khusus yang membuat seorang Muslim melanggar fatwa ulama.

MUI dan ulama sudah menjalankan tugasnya mengingatkan umat, silahkan kaum Muslim menjalankan kehidupannya, mau ikut ulama atau tidak.

Buat apa ribut-ribut..?".


Pergantian tahun berdasarkan sistem penanggalan apapun adalah tonggak imajiner yang diciptakan manusia untuk mengevaluasi dirinya, sama halnya dengan yang dilakukan setiap merayakan ulang-tahun, pergantian bulan atau dipertengahan bulan dengan melakukan puasa 3 hari, atau setiap Jum'at datang, bahkan setiap pergantian pagi dan petang. Disitu ada do'a dan ibadah, untuk selalu digunakan mendekatkan diri kepada Allah.

Melewati pergantian tahun Masehi saat ini, kembali diri ini meninjau barang sejenak tentang apa yang telah dilakukan selama 1 tahun yang telah lewat. Banyak kebodohan dan kesia-siaan. Ketika kesehatan yang diberikan Allah malah dipakai untuk mengayunkan langkah menjauh dari-Nya, harta yang telah dianugerahi dipergunakan dengan mubazir hanya untuk berfoya-foya, kekuasaan yang dilimpahkan dipakai untuk mendzalimi orang lain. Lalu ketika Allah memberikan yang sebaliknya, kesehatan yang dicabut-Nya, kekurangan harta dan keterpurukan, diri ini kembali tertunduk, bersimpuh dihadapan-Nya dengan berurai air-mata, berdo'a memohon ampunan dan mengharapkan lindungan. Kelakuan ini tidak lebih seperti manusia yang menghabiskan waktu untuk menenun kain lalu ketika selesai kembali menguraikannya menjadi benang.

Lalu apa yang mesti hamba minta disaat pergantian tahun ini yaa Allah..? Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui sedangkan hamba tidak tahu apa-apa. Bisa jadi semua kesehatan, kekayaan dan kemahsyuran yang Engkau berikan adalah beban yang tidak bisa hamba pikul, merupakan ujian-Mu yang tidak sanggup hamba lalui.

Maka kali ini hamba memohon, janganlah Engkau berikan beban dan ujian yang tidak sanggup hamba tanggung. Berilah kekuatan untuk selalu berprasangka baik tentang apapun yang akan Engkau berikan, tanamkanlah keyakinan bahwa apapun yang Engkau tetapkan, itulah yang terbaik bagi hamba. Jadikanlah hamba ini orang yang selalu ingat disaat berjalan, duduk atau berbaring, selalu akan berkata : "Yaa Allah.. apapun yang Engkau tetapkan, tidak ada yang sia-sia..".

(Status 1 Januari 2014)